Kumpulan Cerita Pendek Lucu yang Gokil Banget

Kumpulan Cerita Pendek Lucu yang Gokil Banget

Kumpulan Cerita Pendek Lucu yang Gokil Banget

Obat kesepian, galau, gelisah, dan merana sanggup menjatuhkan pilihan terhadap cerita pendek lucu. Cerita pendek tidak dapat memicu anggapan berat gara-gara tak sekedar ringkas, isinya termasuk fiktif.

Apalagi kalau membaca yang versi lucu dan gokil, tentu membuat perasaan dan anggapan menjadi lebih tenang atau lagi stabil. Hormon endorfin yang dilepas sementara tertawa membaca cerita pendek lucu, dapat memicu kekuatan positif menjalar ke seluruh tubuh.
FS88BET
Jadi, menunggu apalagi? Simak aneka cerita pendek lucu yang dapat menghibur dan membuatmu tertawa terlepas ini. Bersiaplah menjadi lebih motivasi berasal dari kebanyakan dan memiliki tubuh yang lebih sehat karenanya.

Berikut Liputan6.com ulas 12 cerita pendek lucu yang gokil berasal dari bermacam sumber, Senin (11/1/2021).

Cerita Pendek Lucu

Anak SD Mau ke Surga

Suatu ketika, sejumlah murid tidak benar satu kelas di SD tengah merintis pelajaran agama. Dengan penuh semangat, seorang guru bernama Udin tengah beri tambahan pelajaran yang mengulas berkenaan surga. Usai beri tambahan penjelasan berkenaan surga, sang guru lantas beri tambahan pertanyaan kepada seluruh muridnya. Berikut percakapannya:

“anak-anak, siapa yang sudi masuk surga?” bertanya Udin.

“Saya pak, saya,” teriak seluruh murid.

Dari seluruh anak yang mengajukan diri, rupanya ada satu murid bernama Ucok tidak turut berteriak. Hal itu memicu sang guru lagi bertanya.

“Yang sudi masuk surga menyatakan tangannya,” bertanya Udin lagi.

“Sayaa,” teriak para murid berlomba-lomba mengangkat tangannya.

Lagi-lagi, Ucok selamanya diam tak bergeming. Demi memacu motivasi muridnya, dia pun lagi bertanya.

“Yang sudi masuk surga ayo berdiri.”

Mendengar itu, seluruh murid berdiri, kalau Ucok yang selamanya diam dan tambah disibukkan dengan bukunya sendiri.

Merasa ada murid yang tak bersemangat, Udin pun menghampiri Ucok dan bertanya, “Cok, anda sudi masuk surga enggak?”

“Mau dong pak!” jawab Ucok.

“Terus kenapa anda enggak berdiri?” lanjur Udin penasaran.

“Lha, memangnya sudi berangkat saat ini pak?”

Tarawih

Idin : “Mau kemana kamu, Din?”

Udin : “Tarawih lah biar sanggup pahala, emang elu.”

Idin : “Alah bilang aja lu sudi nyolong sandal.”

Udin : “Kalau ngomong mulutnya dijaga yah, menguntungkan bulan Ramadhan. Kalau nggak, udah gua gambar lu din.”

Idin : “Ya maaf, Din. Lah tetap kenapa itu sandal nggak lu menggunakan tetapi tambah ditenteng?”

Udin : “Ya ini sudi gua tuker soalnya yang tempo hari kekecilan. Hehehe.”

Iidn : “Wooo dasar lu Din Din!”

Tidak Gosok Gigi

Bimo merupakan anak kelas satu Sekolah Dasar. Selain mendapat peringkat pertama di kelasnya, Bimo termasuk cukup tampan. Meski begitu, Bimo memiliki satu normalitas jelek yang hanya diketahui teman-teman sekelasnya. Kebiasaan itu adalah Bimo kerap tak menggosok gigi.

Suatu hari sementara ibu wali kelas Bimo tengah mengajar di kelasnya.

Ibu guru: (Berhenti mengajar sejenak) “Bimo, tadi pagi tidak gosok gigi ya?”

Alangkah kagetnya si Bimo. Dia berpikir siapa berasal dari teman-temannya yang mengadu terhadap ibu wali kelasnya itu berkenaan kebiasaannya.

Bimo: “Kok ibu guru sanggup tahu?”

Ibu guru: (Tersenyum) “Coba lihat, ada sisa sayur di gigimu.”

Bimo: (Berteriak dengan riang) “Kalau begitu, ibu salah. Tadi pagi saya sarapan nasi goreng menggunakan telur dadar. Terakhir saya makan sayur tiga hari yang lalu.”

Cerita berasal dari Manado

Sari: (ketakutan) “Mak, mana Bapak?”

Ibu: “Ke luar kota, kenapa kau?”

Sari: (dengan nada pelan) “Maaf ya, Mak. Kayaknya saya hamil, deh.”

Ibu: (kaget). “Apa? Apa kau bilang!”

Sari: (gemetaran). “Aku hamil, Mak.”

Ibu: (marah-marah sambil geleng-geleng kepala) “Hamil!”

Sari: “Iya, hamil!!”

Ibu : “Aaaahh, nggak mungkin! Kau bercanda sajalah! Pergi kau istirahat.”

Sari: “Tapi akhir-akhir ini, saya kerap muntah-muntah, Mak.”

Ibu: (rada cuek) “Aaaahh. Palingan hanya masuk angin aja anda tuh. Pigi kau membeli minyak angin sana. Nanti termasuk sembuh.”

Sari: (tersedu-sedu) “Hikss, hikss. Tapi kenapa pula saat ini saya senang makan yang asem-asem ya, Mak?”

Ibu: (dengan kesal sambil teriak) “Berhentilah kau mengkhayal SARIPUDIN! Mamak tempeleng kau nanti ya! laki laki mana pula sanggup hamil dan melahirkan!”

Tukang Becak dan Kuntilanak

Pada suatu malam yang cukup dingin, seorang tukang becak tengah jengkel gara-gara tidak sanggup penumpang berasal dari siang hari. Akhirnya, si tukang becak memutuskan untuk pulang saja.

Dalam perjalannya menuju ke rumah, tiba-tiba nampak seorang wanita berambut panjang memanggilnya. “Wah, penumpang nih,” pikir si tukang becak.

Akhirnya wanita itu naik.

Tukang becak: Mau kemana, Mbak?

“Jalan aja pak, nanti saya beritahu,” jawab wanita itu datar.

Ketika sampai di dekat kuburan, Tiba-tiba sang wanita menyuruh becak berhenti. “Stop, bang,” katanya.

Pada sementara si wanita turun, tukang becak lihat ternyata kaki wanita berambut panjang itu tidak menapak ke tanah supaya memicu si tukang becak berbicara sambil mengigil : “Aaaa tidaaa Kuntilanaaaakkk..!”

Dengan spontan wanita itu melirik sinis ke arah si tukang becak : “Biarin…daripada lu tukang becak! eetddaahhhh!”

Kisah Brewok Bapak

Selama beberapa tahun paling akhir ini Pak Iwan melepas wajahnya ditumbuhi janggut, kumis dan cambang yang lebat. Pada suatu hari, seluruh itu dicukurnya habis.

Sepulangnya berasal dari tukang pangkas, dia lihat puteranya tengah bermain di depan rumah. Dia mengidamkan tahu, apakah putranya masih mengenalnya di dalam kondisi klimis layaknya itu. Karena itu, dia menanyakan terhadap puteranya, di mana tempat tinggal Pak Iwan.

Dengan ketakutan, anaknya berlari masuk ke di dalam rumah, “Bu, Bapak udah mencukur brewoknya, dan kini menjadi lupa di mana tempat tinggal kita!”

Takut Didenda

Seorang bapak yang sangat-sangat pelit diajak anak tersayangnya untuk naik helikopter. Awalnya si bapak tidak sepakat gara-gara kudu bayar, tetapi gara-gara sayang dengan anaknya, ia pun setuju.

Setelah sampai di daerah heli, si pilot bilang, “Naik bayar 100 dolar, kalau Anda berbicara di atas nanti didenda 500 dolar, tetapi kalau Anda tidak berbicara sepatah katapun, dapat saya kasih 1000 dolar.”

Setelah sepakat dengan perjanjian tersebut, helikopter diterbangkan pilot dengan langkah manuver dan jungkir balik di atas. Setelah mendarat si pilot bilang ke bapak pelit tadi, “Wah Anda hebat, tidak berbicara sepatah kata pun.”

Si bapak bilang, “sebenarnya saya sudi berbicara tadi, tetapi risau didenda.”

“Memang Anda sudi bilang apa?” bertanya si pilot.

“Anak saya jatuh,” jawab si Bapak.

Cerita Ramalan untuk Katak

Seekor katak pergi menemui seorang peramal untuk jelas apakah dia menguntungkan di dalam urusan asmara atau tidak. Peramal itu lantas membaca telapak tangan si katak dan berkata, “Aku mempunyai kabar baik dan kabar buruk. Mau dengar yang mana dulu?”

Si katak mengidamkan mendengat kabar baiknya lebih-lebih dulu.

Peramal pun berkata, “Kamu dapat bertemu seorang gadis cantik. Dia dapat tertarik padamu dan mengidamkan jelas segala suatu hal berkenaan dirimu. Dia mengidamkan anda terbuka padanya dan beri tambahan hatimu padanya.”

“Wah, itu hebat!” kata si katak. “Tapi, apa kabar buruknya?” bertanya katak.

Peramal pun menjawab, “Kamu dapat bertemu dengannya di kelas biologi.”

Kampanye Caleg di Suku Pedalaman

Sudah menjadi rahasia lazim tiap-tiap kampanye calon legislatif atau caleg selamanya banyak umbar janji. Mau membuat ini-itu, sudi kasih anu itu. Tapi seringnya janji kesulitan terealisasi supaya banyak memicu masyarakat kecewa. Seperti cerita kampanye caleg di suku pedalaman ini.

Sang kepala suku diminta menyatukan warga di lapangan pinggir hutan. Sang caleg pun jadi berpidato di depan para bagian suku yang belum kenakan pakaian itu.

“Saudara-saudara sekalian. Kalau saya terpilih, saya dapat memberi anda seluruh busana bagus. anda tidak dapat telanjang dada lagi!” teriak si caleg.

Anggota suku nampak tertawa. “Bora..Bora,” teriak mereka.

Melihat antusias penonton dan teriakan ‘bora’ yang layaknya isyarat dukungan, si caleg tambah bersemangat. “Saya dapat membangun gedung sekolah dan tempat tinggal sakit di sini!”

Anggota suku tambah riuh bertepuk tangan dan bersorak. “Bora..bora..boraaa!”

“Hidup rakyat! Saya janji tidak dapat ada sementara kalian membutuhkan!” teriak si caleg.

Maka teriakan keras tambah terdengar. “Boraaa…boraa..boraaaa!”

Si caleg jadi senang. Dia turun berasal dari panggung sambil tak henti-henti tersenyum dan melambaikan tangan. Tak jelas dia melewati kandang kerbau dan menginjak kotoran kerbau.

Si kepala suku geleng-geleng. “Kamu tidak hati-hati. Coba lihat sepatu anda itu, kena bora kerbau,” kata si kepala suku.

Kisah Arti Mimpi

Pada sementara bangun pagi seorang wanita berbicara terhadap suaminya, “Tadi malam Aku bermimpi engkau memberi saya sebuah kalung berlian di hari Valentine ini. Bagaimana pendapatmu berkenaan mimpiku itu?”

“Engkau dapat langsung mengetahuinya malam ini juga, Sayang,” jawab suaminya. Malam itu si suami beri tambahan kepada isterinya sebungkus kado.

Dengan hati berdebar-debar penuh kebahagiaan sang istri terhubung kado itu perlahan-lahan dan isikan kado itu adalah sebuah buku yang berjudul, “Arti-arti Mimpi”.

Istri Hajar Suami Sampai Babak Belur

Bedu seorang polisi tadi pagi menginterogasi seorang wanita yang menjadi tersangka KDRT (kekerasan di dalam tempat tinggal tangga) kepada suaminya. Si suami babak belur sampi bibirnya nyonyor dipukulin si istri.

Begini hasil wawancara singkat si Bedu:

Bedu: “Apakah yang dikatakan suami kepada anda pagi itu?”

Wanita tersangka: “Dia mengatakan, ‘Sekarang udah jam berapa, Diana?'”

Bedu: “Lalu mengapa anda menjadi marah dan memukul suami anda hanya gara-gara pertanyaan layaknya itu?”

Tersangka: “Karena nama saya adalah Susan.”

Bedu: Uppsss… banting lagi suaminya buk, banting!

Beda Keyakinan

Budi, seorang pemuda yang setelah sekian lama hidup sendiri menemukan Lina kekasih pujaan hatinya, tetapi pernikahan mereka tidak terjadi lama gara-gara perbedaan keyakinan.

Amir yang merupakan sahabat Budi mempertanyakan berkenaan penyebab perpisahan mereka.

Amir: Kenapa broo sampai kalian bercerai layaknya ini, apa masalahnya?

Budi: Kita berlainan kepercayaan bro, saya dah ngga tahan lagi.

Amir: Bukannya kalian seagama ya?

Kunjungi Juga : Cerita Lucu Terbaru

Budi: Memang…

Amir: Lantas kenapa sampai bercerai gara-gara perbedaan keyakinan, apa yang dipermasalahkan?

Budi: Selama ini saya selamanya yakin bahwa saya ini ganteng, tetapi Lina tidak sanggup terima keyakinanku itu dan selamanya mempermasalahkannya.

Amir: ?@#$%&*$W%^W&E*

Author: publisher

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *